Archive for November, 2006

You think u can teLL?

Dear you, hari ini kepengen boLos kuLiah nih, yang harusnya dari jam stengah8 fuLL ampe stengah3!
Pergi kemana kek gitu, Luntang-Lantung sndirian, minum ChocoLate
Grande-Choco-Chip di starbucks sendirian sambiL ng’hotspot kaLi yah?
eh, tapi Starbucks Depok ga da Hotspotnya, ohh..yeah, yg di PIM ada
kan, asikk, kesono aja ah…

Mimpi kamu!
1.Mesti ngumpuLin tugas demi menyeLamatkan muka di depan dosen yang namanya ada di GoogLe.
2.Mesti ngumpuLin tugas bikin poster pake Adobe Photoshop CS yg minggu
LaLu sbnernya udh Jadi dan udh diLiat dosennya sehingga Dosen baik hati nan ramah itu menyarankan untuk tinggaL print aja
karena katanya poster-ku bagus (huahahahaha), tapi ternyata saya harus
merevisi poster yang saLah satu image-nya didaLamnya nyempiL foto buku
The Origin of Species-nya Darwin, sementara keterangan di foto itu
adaLah: "MyMind’sLibrary"….Damn…

So, so you think you can tell Heaven from Hell,
blue skies from pain.
Can you tell a green field from a cold steel rail?
A smile from a veil?
Do you think you can tell?
And did they get you to trade your heroes for ghosts?
Hot ashes for trees?
Hot air for a cool breeze?
Cold comfort for change?
And did you exchange a walk on part in the war for a lead role in a cage?
How I wish, how I wish you were here.
We’re just two lost souls swimming in a fish bowl, year after year,
Running over the same old ground.
What have we found? The same old fears.
Wish you were here.

Comments (3) »

Mengapa mereka bohongi aku?

Pada suatu masa, hiduplah seorang gadis keciL yang ceria, setiap hari dia berangkat ke sekoLah dengan tekad kuat membawa keceriaan pada semua orang yang ditemuinya, kesenangannya adalah ketika dia berhasiL menuLarkan virus bahagia, pada teman-temanya atau siapapun yang memerLukan itu.
Suatu ketika sekoLah si gadis keciL ini mengadakan imunisasi besar-besaran (maksudnya untuk anak-anak keLas besar yaitu keLas 4 ke atas), berhubung si gadis keciL ini duduk di bangku keLas 6, berarti keLasnya juga akan menjaLani proses suntik anti hepatitis B, oiya imunisasinya adaLah Imunisasi hepatitis B.
Sejak sehari sebeLumnya, segaLa macam rumor sudah beredar mengenai imunisasi ini, bahwa cara imunisasinya adaLah disuntik dengan jarum panjang nan tajam, bahwa tiap anak yang terLihat kurus atau penyakitan akan diberi bonus suntikan, termasuk kabar tentang es-krim yang sudah dipesan daLam jumLah besar demi membujuk anak-anak itu agar mau disuntik pun sudah sampai pada teLinga mereka.
si Gadis keciL nan riang gembira ini teringat kata-kata Guru kesayangannya di seLa-seLa peLajaran Geografi tadi pagi:
"tenang saja…rasanya ga akan sakit bgt koq, hanya seperti digigit semut, kaLian pernah digigit semut? cuma sebentar kan sakitnya…nah makanya ga usah takut"
JadiLah seharian itu si gadis keciL sibuk berusaha meyakinkan teman-temannya bahwa imunisasi ini tidak akan terLaLu sakit, bahwa rasanya hanya seperti digigit semut, bahwa mereka akan mendapatkan es-krim seteLahnya (waLaupun si gadis keciL ini tidak terLaLu suka es-krim, dia hanya sedikit merasa bangga bahwa diaLah satu-satunya yang tidak merasa takut akan imunisasi hari itu).
tibaLah saat yang dinanti-nanti, pukuL 1 tepat, ketika seharusnya peLajaran matematika berLangsung, anak-anak keLas 6a-keLasnya si gadis keciL ini-duduk tak tenang, terLihat kekhawatiran di wajah mereka ketika petugas imunisasi bersama asistennya memasuki keLas membawa sperangkat jarum dan botoL-botoL obat imune  ke depan keLas.

Si gadis keciL ini masih berbisik-bisik berusaha menenangkan teman sebangkunya yang kabarnya fobia jarum suntik, sementara si petugas imunisasi itu menerangkan beberapa haL pada anak-anak keLas 6a, menanyakan siapa yang punya penyakit keturunan Hepatitis B, siapa yang memiLiki penyakit jantung bawaan juga menanyakan pada anak-anak ini siapa yang beLum makan siang.
Ketika akhirnya anak pertama yang diabsen untuk giLiran suntik imunisasi, semuanya mengeLuarkan suara teriakan profokasi, untungnya anak pertama ini anak Laki-Laki jadi dia cueK saja ketika dipanggiL ke depan dengan pedenya dia menghampiri bangku eksekusi, dan ketika seLesai proses suntik-mensuntik itu, bocah Laki-Laki ini hanya senyum-senyum saja sambiL berjaLan ke bagian beLakang keLas untuk menerima es-krimnya.
rupanya ekspresi santai si anak yang mendapat giLiran pertama ini cukup membawa pengaruh baik pada yang Lainnya, berguLirLah absen tersebut, satu persatu mereka disuntik LaLu berjaLan ke beLakang keLas sambiL meringis-ringis menyambut es-krim mereka.

SampaiLah pada giLiran si gadis keciL ini, giLiran ke 15, si gadis keciL riang gembira ini dengan penuh percaya diri menghampiri bangku eksekusi di depan keLas, menyerahkan tangannya sambiL berkata pada petugas imunisasi tersebut:
"Bu, cuma kayak digigit semut kan ya rasanya? Bu jarumnya satu orang satu kan Bu? bLa…bLa.."
tiba-tiba!
Cesssssss…jarum suntik itu menembus kuLitnya, semua kata-kata si gadis keciL ini mengambang di udara sebeLum sempat diseLesaikannya..
matanya terbeLaLak,
mukanya pucat,
kepaLanya serasa berputar,
kata-kata "digigit semut, digigit semut, digigit sem…" berotasi sempurna daLam otaknya.
si gadis keciL ini berusaha berdiri, menopang dirinya dengan berpegangan pada sisi meja,
dengan gontai dia berjaLan ke arah bagian beLakang keLas…menerima es-krimnya LaLu terduduk Lemas di sudut keLas.
Suara hiruk-pikuk keLas tak terdengar Lagi oLeh teLinganya,
yang dirasakannya hanyaLah sensasi aneh Luar biasa daLam tubuhnya,
kepaLa, perut, jantung….
"aku akan mati?"
ituLah yang muncuL dalam benaknya saat itu.
tangannya terkuLai lemas di pinggir bangku, es-krim di tangannya menetes-netes mengotori Lantai keLas dengan tetesan berwarna merah muda-cokLat, mencair karena terlaLu Lama dibiarkan…
HiLang sudah kepercayaannya akan "keriang-gembiraaan" hari itu,
Luntur sudah warna-warni dunianya,
tidak mengerti akan segaLa sensasi "digigit semut" versi imunisasi yang sangat jauh berbeda dengan yang pernah dirasakannya ketika bermain-main di kebun beLakang rumah…

Mengapa mereka bohongi aku?

Comments (4) »

Trapped!

Tiba-tiba….
I’m trapped!

padahaL…
ga pernah ada yg memaksa bukan?
semua ini piLihan,
hidup ini piLihan kata semua orang.
tapi siapa yang bisa memiLih ketika dirinya akan dijebak?
siapa yang menyangka bahwa ‘haL itu’, piLihan itu adaLah jebakan??!

Dan kenapa, kita (weLL, saya…) begitu naive-nya terjebak!!
bukankah seharusnya kita (saya!) sudah bisa mencium geLagat jebakan itu?
You’re grown up peopLe huh?! so get-up!

kaLau sudah begini siapa yang saLah?
penjebak yang berdusta?
atau si korban yang bodoh?

how come?

Seperti orang yang berjuaLan, mereka tahu baik-buruk dagangan mereka, dan mereka terus saja dengan penuh percaya diri, menawarkan dagangannya, yang baik, yang buruk, yang segar, yang Layu, pedagang-pedagang Licik!! Meyakinkan kuaLitas barang dagangan mereka…

Makanya, berdagang seperti RosuL dong! pisahkan dan beritahu caLon pembeLi kekurangan dan keLebihan, jgn cuma keLebihan doang, dan jgn cuma sudut pandang penjuaL, coba Liat sudut caLon pembeLi, dy butuh apa? apakah barang/jasa/produk juaLanmu cocok dengan caLon pembeLi?

Trus kenapa masih saja si caLon pembeLi tertipu?

jangan bohongi orang demi memanfaatkannya…
jangan manfaatkan orang Lugu, biarkan dy hidup di dunianya.

dan kenapa saya, dengan senang hati masih saja menjaLani jebakan ini?
kenapa? demi harga diri? harga diri siapa yg masih bertahan?
I’m fooLed!

Oh..oh..
somebody pLease, puLL me out of it.
I do need heLp.

No comment »

For My Own Sake

For my own sake,
I respect my mother three thousand and thirty miLLion Times higher among aLL the peopLe in this whoLe worLd.
For my own sake,
I fear my mother a hundred degrees higher than any human creature and even any monsters u can imagine (of course after The Most Fearful Thing Who has created her and me)
For my own sake,
I Listen to my mother 100 more often than any human exist on this taLkative gLobe.

For my own sake,
I Love her even much-much-much (uncountabLe) better than any human I can think about.

Comments (4) »