Pada suatu masa, hiduplah seorang gadis keciL yang ceria, setiap hari dia berangkat ke sekoLah dengan tekad kuat membawa keceriaan pada semua orang yang ditemuinya, kesenangannya adalah ketika dia berhasiL menuLarkan virus bahagia, pada teman-temanya atau siapapun yang memerLukan itu.
Suatu ketika sekoLah si gadis keciL ini mengadakan imunisasi besar-besaran (maksudnya untuk anak-anak keLas besar yaitu keLas 4 ke atas), berhubung si gadis keciL ini duduk di bangku keLas 6, berarti keLasnya juga akan menjaLani proses suntik anti hepatitis B, oiya imunisasinya adaLah Imunisasi hepatitis B.
Sejak sehari sebeLumnya, segaLa macam rumor sudah beredar mengenai imunisasi ini, bahwa cara imunisasinya adaLah disuntik dengan jarum panjang nan tajam, bahwa tiap anak yang terLihat kurus atau penyakitan akan diberi bonus suntikan, termasuk kabar tentang es-krim yang sudah dipesan daLam jumLah besar demi membujuk anak-anak itu agar mau disuntik pun sudah sampai pada teLinga mereka.
si Gadis keciL nan riang gembira ini teringat kata-kata Guru kesayangannya di seLa-seLa peLajaran Geografi tadi pagi:
"tenang saja…rasanya ga akan sakit bgt koq, hanya seperti digigit semut, kaLian pernah digigit semut? cuma sebentar kan sakitnya…nah makanya ga usah takut"
JadiLah seharian itu si gadis keciL sibuk berusaha meyakinkan teman-temannya bahwa imunisasi ini tidak akan terLaLu sakit, bahwa rasanya hanya seperti digigit semut, bahwa mereka akan mendapatkan es-krim seteLahnya (waLaupun si gadis keciL ini tidak terLaLu suka es-krim, dia hanya sedikit merasa bangga bahwa diaLah satu-satunya yang tidak merasa takut akan imunisasi hari itu).
tibaLah saat yang dinanti-nanti, pukuL 1 tepat, ketika seharusnya peLajaran matematika berLangsung, anak-anak keLas 6a-keLasnya si gadis keciL ini-duduk tak tenang, terLihat kekhawatiran di wajah mereka ketika petugas imunisasi bersama asistennya memasuki keLas membawa sperangkat jarum dan botoL-botoL obat imune ke depan keLas.
Si gadis keciL ini masih berbisik-bisik berusaha menenangkan teman sebangkunya yang kabarnya fobia jarum suntik, sementara si petugas imunisasi itu menerangkan beberapa haL pada anak-anak keLas 6a, menanyakan siapa yang punya penyakit keturunan Hepatitis B, siapa yang memiLiki penyakit jantung bawaan juga menanyakan pada anak-anak ini siapa yang beLum makan siang.
Ketika akhirnya anak pertama yang diabsen untuk giLiran suntik imunisasi, semuanya mengeLuarkan suara teriakan profokasi, untungnya anak pertama ini anak Laki-Laki jadi dia cueK saja ketika dipanggiL ke depan dengan pedenya dia menghampiri bangku eksekusi, dan ketika seLesai proses suntik-mensuntik itu, bocah Laki-Laki ini hanya senyum-senyum saja sambiL berjaLan ke bagian beLakang keLas untuk menerima es-krimnya.
rupanya ekspresi santai si anak yang mendapat giLiran pertama ini cukup membawa pengaruh baik pada yang Lainnya, berguLirLah absen tersebut, satu persatu mereka disuntik LaLu berjaLan ke beLakang keLas sambiL meringis-ringis menyambut es-krim mereka.
SampaiLah pada giLiran si gadis keciL ini, giLiran ke 15, si gadis keciL riang gembira ini dengan penuh percaya diri menghampiri bangku eksekusi di depan keLas, menyerahkan tangannya sambiL berkata pada petugas imunisasi tersebut:
"Bu, cuma kayak digigit semut kan ya rasanya? Bu jarumnya satu orang satu kan Bu? bLa…bLa.."
tiba-tiba!
Cesssssss…jarum suntik itu menembus kuLitnya, semua kata-kata si gadis keciL ini mengambang di udara sebeLum sempat diseLesaikannya..
matanya terbeLaLak,
mukanya pucat,
kepaLanya serasa berputar,
kata-kata "digigit semut, digigit semut, digigit sem…" berotasi sempurna daLam otaknya.
si gadis keciL ini berusaha berdiri, menopang dirinya dengan berpegangan pada sisi meja,
dengan gontai dia berjaLan ke arah bagian beLakang keLas…menerima es-krimnya LaLu terduduk Lemas di sudut keLas.
Suara hiruk-pikuk keLas tak terdengar Lagi oLeh teLinganya,
yang dirasakannya hanyaLah sensasi aneh Luar biasa daLam tubuhnya,
kepaLa, perut, jantung….
"aku akan mati?"
ituLah yang muncuL dalam benaknya saat itu.
tangannya terkuLai lemas di pinggir bangku, es-krim di tangannya menetes-netes mengotori Lantai keLas dengan tetesan berwarna merah muda-cokLat, mencair karena terlaLu Lama dibiarkan…
HiLang sudah kepercayaannya akan "keriang-gembiraaan" hari itu,
Luntur sudah warna-warni dunianya,
tidak mengerti akan segaLa sensasi "digigit semut" versi imunisasi yang sangat jauh berbeda dengan yang pernah dirasakannya ketika bermain-main di kebun beLakang rumah…
Mengapa mereka bohongi aku?